Bahasa Tubuh Guru Perlu Instal Keikhlasan

Sebuah renungan kalbu bagi penulis dan untuk para guru……

Artikel ini ditulis sebagai sebuah refleksi renungan penulis setelah introspeksi ke diri sendiri dan setelah membaca jawaban Pak Bukik Setiawan atas pertanyaan penulis di artikel Menciptakan Iklim Sehat Dalam Organisasi serta merenungi tulisan Pak Urip di artikel Cerita dan Teladankan Orang Lain Saja.

Ustadz Arifin Ilham dalam Kuliah Subuh di Masjid Anida MNC TV Sabtu, 29 September 2012 pukul 05.00-an mengisahkan Gurunya ketika mengajar di Pesantren menasehati semua murid-muridnya sebagai berikut: “ Cara mengajar itu… lebih baik dari bahan/materi ajar yang akan kita ajarkan. Penampilan guru (berpakaian rapi dan sopan) lebih baik dari Cara kita Mengajar, sedangkan Hati yang ikhlas (Gurunya ikhlas ketika menyampaikan ilmu dan muridnya ikhlas ketika belajar) adalah lebih baik dari penampilan guru itu sendiri”. Jika ini yang terjadi akan keluar hikmah-hikmah dari mulut para guru dan para murid karena mereka sama-sama ikhlas.

Di dalam diri kita banyak sekali perasaan dan sifat (Senang, cinta, benci, curiga, tidak suka, suka, bete, jemu, iri, dengki, malu, putus asa, berani, takut, sedih, putus asa, pendendam, pilih kasih, serakah, berbagi, ragu-ragu,sombong dan sebagainya), rasa dan sifat itu akan bereaksi secara bergantian dan Subhanallah reaksi itu tergambar di wajah kita dan munculnya bergantian tidak berbarengan… jika hati kita gelisah maka wajah berkata gelisah, hati benci maka wajah berkata benci, hati curiga maka wajah curiga, hati ikhlas maka wajah berkata ikhlas, dst.

Tidak mungkin wajah kita akan menampilkan sifat dan rasa secara berbarengan di wajah kita, misalnya sebelah kiri marah, sebelah kanan riang. Sebelah kiri menangis sebelah kanan tertawa. Apakah ada sahabat guraru yang mampu menampilkan wajah sebelah kiri girang sebelah kanan sedih? Hehehe…Pasti tidak bisa… sebab itu karunia dan kebesaran Allah SWT.

Dari uraian di atas… mari hati-hati jadi guru dengan gesture, gerak isyarat sikap langkah memberi/membuat gerak isyarat baik di depan siswa, di depan teman-teman guru ataupun dimana saja kita berada. Ingatlah selalu bahwa wajah kita sangat jujur, senyum yang ikhlas itu contohnya : senyum seorang ibu kepada anaknya yang tiba-tiba ketemu karena telah berpisah lama… mereka saling senyum. Sedangkan senyum yang palsu itu contohnya senyum seorang selebritis yang disambut ribuan penggemarnya… penggemar minta jabat tangan dan selebritis menyalami satu-persatu dan sambil senyum… nah perhatikan… senyumnya umumnya palsu.

Orang sekeliling kita itu selalu mengamati kita dan mempelajari kita dan mereka akan menarik kesimpulan tentang kita… makanya hati-hatilah membawa diri. Jika sekali saja kita melakukan hal yang dibenci mereka… kata ahli ilmu sosial dasar… minimal kita harus pindah alamat minimal ke kabupaten yang lain.

Kata pengamat orang… senyum yang tulus itu tergambar dari ada lipatan-lipatan di ujung kelopak mata nya… sedangkan senyum yang palsu ujung kelopak matanya tidak terlipat, dan perhatikan orang yang senyum palsu itu titik mata hitamnya jernih (ayo sama-sama habis baca ini senyum dan lihatlah titik mata hitam kita), makanya rata-rata Pak Polantas selalu menggunakan kaca mata hitam saat melakukan penilangan supaya titik mata hitamnya tidak kelihatan jelas oleh korbannya sehingga tidak gerogi, hahaha….!

Semua orang termasuk murid kita-pun diberi kemampuan yang sama oleh Allah SWT untuk membaca isyarat-isyarat gesture bahkan ucapan dan tulisan kita. Hehehe… hati-hati bukan hanya gesture… kata dan tulisanpun bisa tersirat jumawa misalnya kalau ada penulis guraru dalam artikelnya membedaki diri sendiri… pembaca langsung terbesit dalam hatinya… penilaian baik, cukup, kurang, kurang sekali dalam hati masing-masing pembaca.

Semoga Allah SWT selalu memberkahii langkah para guru di Indonesia!!!

Bahasa Tubuh Guru Perlu Instal Keikhlasan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: