Stand Up Comedy & Kompetensi Guru

A. Pendahuluan

Fenomena Stand Up Comedy di Indonesia saat ini begitu menyihir para penikmat hiburan di TV. Kehadiran ‘Seni Lawak Cerdas’ tersebut menambah khazanah keilmuan tersendiri bagi pencinta dunia hiburan di Indonesia. Awalnya, seni lawak di dominasi oleh lawakan yang cenderung bersifat fisik dan kelucuan atau kejenakaan wajah para personil sebuah grup lawak. Kita ingat di era TVRI dulu sebelum kehadiran berbagai TV Swasta Nasional, banyak muncul grup-grup lawak semisal Srimulat, Warkop DKI, Tom Tam Grup, , Jayakarta Grup, Grup di Ria Jenaka, dan lain-lain menghiasi beragam acara di TV milik pemerintah itu. Kemudian di era 90an mulai muncullah TV Swasta Nasional yang mengorbitkan beberapa generasi grup lawak berikutnya semisal Bagito, 4 Sekawan, Patrio dan bahkan muncul grup lawak yang kabarnya berasal dari kampus keguruan semisal CAGUR yang kalo tidak salah merupakan akronim dari Calon Guru.


Mengapa penulis merasa Stand Up Comedy cukup layak dikomparasi dengan kompetensi guru??? Berikut ini adalah penjelasannya……

B. Sejarah Stand Up Comedy di Luar Negeri

Sejarah stand up comedy muncul pertama kalinya sekitar tahun 1800an di Amerika. Saat itu untuk pertama kalinya masih berwujud pementasan teater. Sebuah pementasan teater itu bernama The Minstrel Show yang diselenggarakan oleh Thomas Dartmouth “Daddy” Rice. Meskipun lawakannya masih berbentuk lawakan simple, akan tetapi justru mendapatkan animo yang sangat besar dari warga Amerika, terutama kalangan menengah ke atas. Pada abad itu belum ditemukannya mic (red. alat yang mengubah suara menjadi sinyal listrik), sehingga para comedian ini melucu dengan cara Slapstick atau yang lebih dikenal sekarang dengan Physical Joke (red. Physical Joke bisa dilihat pada lawakan Opera Van Java (OVJ)).

Banyak persaingan untuk memulai komedi tunggal ini, akhirnya pada tahun 1959 lahirlah sebuah acara The Steve Allen Show yang menampilkan seorang comic (red. sebutan pelaku stand up comedy) bernama Lenny Bruce. Lenny Bruce menginspirasi George Carlin yang pada masanya juga menjadi seorang comedian yang terkenal. Pada saat ini juga banyak pelawak yang terinspirasi dari sosok George Carlin, seperti Chris Rock dan Jerry Seinfeld. Komedi tunggal resmi dikenal sebagai stand up comedy dan para pelawaknya disebut comic baru dimulai pada tahun 1966 yang dikemukakan oleh orang-orang dari Universitas Oxford.

C. Sejarah SUCI (Stand Up Comedy Indonesia)

Setelah melalui perjalanan sejarah yang lumayan panjang, pada akhirnya stand up comedy bisa menjadi tenar seperti saat ini, dan hadir di Indonesia. Di Indonesia sendiri, Stand Up Comedy sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala. Nama-nama beken seperti Butet Kertaradjasa dan Ramon P. Tommybens telah lama ada di Stand Up Comedy di Indonesia.

Popularitas stand-up comedy bisa dibilang fenomenal mengingat jenis komedi ini belum memiliki akar budaya yang kuat di Indonesia. Awal kultur komedi cerdas yang mengandalkan kata-kata sebagai pengundang tawa dimulai oleh Warkop DKI dan Bagito. Di era millenium, almarhum Taufik Savalas menghadirkan aksi yang mirip dengan stand-up comedy. Berdiri sendirian di panggung melakukan komedi melalui ucapan. Bedanya, almarhum membawakan konsep joke telling.

Dulu Stand Up Comedy kurang mendapat respon yang dari masyarakat, mungkin pada saat itu masyarakat cenderung lebih suka akan “physical comedy” ketimbang Stand Up Comedy . Namun sekarang Stand Up Comedy hadir kembali untuk memberi alternatif hiburan di tengah semaraknya hiburan komedi yang kelihatannya hanya “begitu – begitu saja”. Sekarang stand up comedy kembali mendapatkan perhatian masyarakat Indonesia, dimana-mana saat ini stand up comedy di Indonesia mulai di pentaskan. Terbukti, beberapa waktu yang lalu, Stand up comedy muncul kembali di acara stasiun televisi. Beberapa kota besar seperti Semarang, Yogyakarta, dan Bandung juga menggelar acara stand up comedy di cafe-café atau kampus

Dan dari perkembangan terakhir, muncul nama nama baru lagi seperti Iwel Wel, Pandji Pragiwaksono, Asep Suadji, Soleh Solihun, Setiawan Tiada Tara, Abdel Ardian, Cak Lontong serta yang cukup fenomenal adalah Raditya Dika, seorang pemuda yang namanya cukup berkibar di dunia maya yang sekaligus juga sebagai penulis buku. Ge Pamungkas dan Gilang Bhaskara menjadi generasi berikutnya yang tenar setelah menjuarai sebuah Ajang Lomba Adu Bakat di Stand Up Comedy Indonesia di tahun 2012 ini.

D. Kaitan SUCI dengan Kompetensi Guru

Kebangkitan stand-up comedy diharapkan bukan hanya menghidupkan kembali era komedi cerdas, tapi juga mendidik bangsa menjadi cerdas dan kritis. Apalagi, masyarakat butuh tontonan bermutu ditengah gempuran program-program yang kebanyakan hanya mengejar rating tanpa memedulikan kualitas. Stand-up comedy bisa menjadi salah satu angin segar bagi tayangan televisi tanah air karena mengingat fakta sejarah, angin perubahan ada di tangan generasi muda dengan bimbingan dari seorang guru!!!

Berikut ini penulis sajikan dua video terkait SUCI yaitu:

1. Penggalian Materi Stand Up Comedy (Untuk melihat videonya klik disini)

Jika kita dengan seksama memperhatikan video percakapan dua comic terkenal Raditya Dika dan Ryan Andriandhy dengan host Ernest Prakasa dengan video berdurasi 9 menit 24 detik tersebut yang bertajuk Penggalian Materi terlihat sekali dua orang wakil Comik di Indonesia tersebut begitu mengeksplor kemampuan mereka dalam mempersiapkan materi lawakan cerdas yang akan mereka bawakan. Dalam konteks keguruan perbincangan di video tersebut setara dengan perbincangan para guru di sekolah dengan tema perencanaan mengajar guru bernuansa kreativitas yang harus dipersiapkan seorang guru idealnya tidak jauh-jauh amat dengan kreativitas pencarian materi dari dua comic tersebut. Dari situ kita bisa mengambil cukup hikmah terkait dengan yang namanya planning atau perencanaan mengajar bagi seorang guru terutama pada saat guru mempersiapkan RPP yang kreatif dan berkarakter.

2. Mario Teguh di Stand Up Comedy (untuk melihat videonya klik disini)

Demikian pula jika kita sempat menyaksikan video bagaimana Mario Teguh berbicara dengan cerdas dan menghibur di depan para ‘jagoan’ Stand Up Comedy di sebuah TV swasta nasional terlihat kematangan seorang motivator seolah menyaingi para pakar stand up comedy yang hadir disitu. Sedianya, kemampuan berbicara ala ‘Golden Ways’ Pak Mario Teguh tersebut juga dimiliki para guru. Jika demikian adanya maka penulis yakin siswa kita akan selalu terhipnotis oleh penampilan kita sebagai guru.

Menurut penulis setelah menyaksikan berbagai penampilan para COMIC di Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di dua TV Swasta Nasional termasuk di youtube, dengan meminjam istilahnya Pak Ayip Miftahuddin ‘Stand Up Teaching Show’ seharusnya guru memiliki kompetensi yang setara dengan seorang Comic. Ada beberapa keterampilan Comic yang mirip-mirip dengan keterampilan yang harus di miliki seorang guru. Antara lain:

1. Kepercayaan diri yang tinggi ketika berdiri sendirian di depan audiens (siswa), atau mampu melawan demam panggung,
2. Keterampilan berbicara (terkait dengan artikelnya Pak Sukasmo) dan mampu memainkan intonasi yang tepat,
3. Persiapan bahan lawakan (bahan ajar),
4. Gesture atau wiraga yang mumpuni dalam menyampaikan pesan kepada audiens (siswa),
5. Dua istilah di SUCI yang bisa guru adobsi yaitu Set Up (Persiapan Mengajar bagi guru) dan Punch Line (Kegiatan Inti bagi guru),
6. Memiliki mental yang cukup jika materi lawakan (materi pelajaran) dianggap ‘garing’ oleh audiens (siswa),
7. Kemampuan menghindari Sarkasme,
8. Menjadi ‘berbeda’ atau memiliki ciri khas,
9. Kemampuan berinteraksi dengan penonton (siswa),
10. Kemampuan sense of humor seorang guru dengan tetap dalam level mendidik & memotivasi siswa,

Atau…adakah Guraruers lainnnya yang dapat menambahkan keterampilan berikutnya di atas??? Ditunggu!!!

Artikel ini diolah dari berbagai sumber antara lain:
1. http://studyinjogja.com/asal-usul-stand-up-comedy
2. http://www.newoes.com/sejarah-video-stand-up-comedy-indonesia-lengkap/
3. http://sobatbintang.com/pages/editorial_detail.php?id=57
4. http://iniopiniku.com/2012/07/tips-menjadi-comic-sukses-di-stand-up-comedy/
5. http://ayip7miftah.wordpress.com/2012/01/25/eksperimen-024-stand-up-teaching-show/
(Pesan buat Pak Ayip Miftahuddin: mohon ijin pinjam foto kartunnya ya Pak, cocok banget untuk artikel ini sehingga penulis gabung dengan foto lainnya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: