Wortel, Telur dan Kopi

Membaca sebuah tulisan dari Bu Rosalina Suparti Yuwono di guraru.org penulis merasa perlu menampilkan artikel yang inspiratif ini, berikut kisahnya:  Sebuah kisah dari Eric Mansfield yang bisa kita renungkan. Yakni kisah tentang wortel, telur dan kopi. Ceritanya, suatu hari ada seorang anak perempuan yang mengeluh pada ayahnya tentang kehidupannya yang sulit. Rasanya ia sudah mau menyerah saja sebab setiap satu masalah selesai masalah lainnya muncul. Ayahnya, yang kebetulan seorang koki, membawa anaknya itu ke dapur. Lalu, ia menyalakan tiga buah tungku masak. Tiga panci berisi penuh air diletakkan di atas masing-masing tungku. Lantas dimasukannya 3 jenis barang ke dalamnya. Panci pertama diisi wortel. Panci kedua diisi telur dan panci ketiga diisi biji-biji kopi. Berikutnya mereka duduk diam mengamati api tungku yang mulai memanaskan panci-panci itu.

Setengah jam berikutnya api yang sangat panas itu mulai menjilati semua panci. Anak perempuannya mulai tidak sabar, apa selanjutnya hendak dilakukan ayahnya, Si ayah lalu mematikan semua tungku, menaruh wortel, telur dan biji-biji kopi di mangkok berbeda yang telah disiapkan sebelumnya. Lalu bertanyalah ia kepada anaknya itu, “Nak, apa yang kamu lihat?”. “Wortel, telur serta kopi!” jawab si anak. Dengan tersenyum si ayah lalu meminta anaknya itu untuk mencicipi masing-masing benda tersebut. Mula-mula ia meminta anaknya memegang wortel yang telah masak. Wortel itu kini telah menjadi lembut dan lembek. Lalu si anak diminta memecahkan telur yang telah mengeras. Ia pun kemudian diminta mencicipi air rebusan kopi. Setelah melakukan apa yang dikatakan oleh ayahnya tersebut, bertanyalah anaknya itu kepada si ayah, “Apa arti semuanya ini, ayah?

Ayahnya lantas menjelaskan perbedaan ketiga benda tersebut dalam bereaksi terhadap situasi yang sama. Baik wortel, telur maupun biji kopi ditempatkan dalam kesulitan yang sama, yakni api yang sangat panas. Namun reaksi ketiganya berbeda satu sama lain. Wortel masuk ke air dengan kondisi keras, namun setelah dipanaskan ia menjadi lembek dan lembut. Sebaliknya telur yang dimasukkan air dalam kondisi mudah pecah, setelah dipanaskan berubah menjadi begitu keras. Lain lagi ceritanya dengan biji kopi. Kondisinya tidak berubah namun hebatnya ia membuat air yang menyelimutinya menjadi hitam dan beraroma kopi.
“Seperti yang manakah dirimu saat menghadapi kesulitan hidup? Wortel, telur ataukah kopi?” tanya ayahnya sekali lagi dengan wajah tersenyum. Wortel diibaratkan seperti orang yang hatinya keras dan yakin, namun setelah mengalami berbagai kesulitan dan hambatan ia menjadi lembek dan mudah patah. Ia berubah jadi khawatir, takut dan frustasi. Semua itu membuatnya menyerah kepada keadaan. Telur adalah orang yang mulanya kurang berani, khawatir, kurang yakin behkan merasa tidak mampu. Namun kesulitan-kesulitan akhirnya mendidiknya menjadi semakin tegar dan kuat. Ia berubah menjadi percaya diri, lebih optimis dan berani. Sementara itu biji kopi adalah lambang orang yang memiliki kemantapan diri. Dalam situasi sulit dan tertekan ia justru semakin menunjukkan kualitas dirinya. Ia bahkan memberi pengaruh yang besar dan bahkan menentukan kondisi di sekelilingnya.

Wortel, dalam pembahasan kita tentang kekuatan emosi adalah lambang dari manusia tipe AVOIDER. Mereka memiliki kekuatan emosi yang rendah. Mereka cenderung menghindari, bahkan tidak suka dengan kesulitan. Jika kesulitan datang mereka banyak mengeluh dan berputus asa. Bahkan jauh sebelum kesulitan datang pun mereka sudah merasa cemas dan takut, tapi tidak melakukan apapun. Saat kesulitan menimpa, mereka menjadi beban bagi orang di sekitarnya. Banyak mengeluh, mengomel dan meratapi situasi. Dalam situasi malang, mereka merasa seolah orang paling menderita dan paling celaka di dunia.

Telur adalah lambang manusia tipe TOUGHER. Mereka adalah manusia yang mulanya biasa-biasa saja, kembek dan banyak diliputi kecemasan. Otot-otot emosi mereka lemah. Namun setelah melalui banyak kesulitan dan tantangan, mereka jadi belajar. Otot-otot emosi mereka pun terbangun. Akhirnya mereka pun bangkit dengan kekuatan emosi yang lebih perkasa dan lebih siap untuk menghadapi kendala dan tantangan selanjutnya.

Akhirnya, kopi adalah lambang kekuatan manusia tipe INFLUENCER. Mereka adalah manusia berkelas yang justru pada saat-saat sulit menunjukkan kualitasnya. Kesulitan justru semakin memurnikan kualitas diri mereka. Otot-otot emosi mereka telah kuat. Sehingga pada saat-saat sulit mereka dapat menggunakan otot emosi itu secara mengagumkan dan menginspirasi banyak orang. Winston Churcil dan Jendral Duglas McArthur adalah dua contoh manusia influencer sejati. Mereka adalah penentu keberhasilan sekutu semasa Perang Dunia II. Kekuatan emosi mereka tidak saja menguatkan tetapi bahkan menginspirasi dan menyemangati banyak orang yang telah begitu putus asa dan frustasi dengan situasi perang pada waktu itu.
Dari kisah tersebut di atas kita belajar dalam menghadapi kesulitan serta tantangan. Setidak-tidaknya jadilah seorang TOUGHER, kalau tidak bisa menjadi seorang INFLUENCER. Bangunlah kekuatan emosi pada saat menghadapi kesulitan, pantang menyerah dan terus melangkah. Niscaya otot-otot emosi kita akan menguat. Setelah masa sulit berlalu kita akan bangkit dengan kekuatan emosi yang lebih perkasa menghadapi kesulitan dan tantangan berikutnya.

Kedua artikel diatas punya tujuan yang sama yaitu bagaimana kita menghadapi masalah dan tekanan dengan kemampuan dan kekuatan emosi yang ada pada kita hanya beda benda. Setuju? Semoga artikel ini semakin menambah wawasan tentang motivasi,dan repleksi juga relaksasi pada diri kita.
“Belum Terlambat Mari Kita berusaha menjadi Orang INFLUENCER minimal TOUGHER  .Jika kesulitan datang menghampiri kita “.Niscaya Tuhan akan membimbingnya.GBU
~Dikutip dari buku “Emotional Quality Management (EQM)”, by Anthony Dio Martin~

Sumber: http://guraru.org/news/2012/10/01/1602/inspirasi_amp_motivator_diri.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: