Belajar dari Futsal

Beberapa waktu yang lalu seluruh guru yang ada di lingkungan Kota Depok mendapatkan kesempatan langka untuk rehat sejenak melepaskan rasa penat karena kegiatan rutinitas yang membelenggu para guru SD, SMP, SMA/SMK baik swasta maupun negeri. Dimana selama ini para guru tersebut selalu berkutat dengan tugas profesi keguruannya baik di sekolah, di kelas maupun diklat keguruan. Kegiatan tersebut adalah pertandingan futsal antar sekolah se-Kota Depok yang diadakan dengan tujuan antara lain untuk meningkatkan semangat sportivitas, fairplay maupun memupuk rasa kebersamaan bagi seluruh guru yang ada di kota ‘Belimbing Dewa-Dewi’ tersebut.

Pertandingan futsal tersebut berlangsung di GOR Futsal gedung LIA Margonda Depok dengan mempertandingkan banyak sekolah dengan di fasilitasi tiga lapangan rumput sintetis yang siap untuk menyajikan berbagai pertarungan menarik bagi para guru. Kali ini sekolah kami, SMP Negeri 14 Depok atau yang kami sebut ‘Timnas Devlas’ mendapatkan giliran bertanding dan kebetulan lawan yang akan kami hadapi adalah SMA Negeri 7 Depok yang memang sudah dikenal cukup tangguh dalam hal futsal dan tentunya postur tubuh para guru sekolah menengah atas tersebut nampak terlihat cukup ideal dibanding para ‘pemain timnas’ semisal SMP Negeri 14 Depok yang postur tubuhnya sangat beragam, ada yang besar, gendut, tinggi, pendek, dan ada juga yang kurus kecil misalnya…saya sendiri! Hehe….!

Dengan seragam ‘kebesaran’ timnas devlas yang berwarna hijau terang kami turun ke lapangan dengan penuh semangat begitu pun dengan sang lawan yang ternyata sudah cukup lama melakukan pemanasan. Sedangkan kami para guru devlas nampak begitu yakin dengan persiapan ‘seadanya’ dan langsung berlari-lari kecil sambil mengoper bola untuk ikut-ikutan melakukan pemanasan yang ternyata cukup telat karena sesaat setelah melakukan warming up ternyata wasit sudah memberi aba-aba untuk mekakukan kick off.

Empat pemain dan satu kiper dari kedua kubu sudah siap di rumput sintetis tersebut dengan harapan akan mampu menggulung sang lawan. Sementara para pemain cadangan semisal saya sendiri melihat dari balik rangkaian tali pengaman di pinggir lapangan sambil terus mengamati jalannya pertandingan. Menit demi menit pertandingan berlangsung sangat seru, jual beli serangan, tekel, hadangan, tendangan keras, beradu kaki merebut bola, tangkapan dan tepisan kiper menjadi menu tayangan wajib di pertandingan itu.

Goooolllll..!!! Bola bersarang telak di jala gawang kami di menit-menit pertengahan babak pertama sehingga lawan unggul 1 – 0. Salah seorang pemain kami meminta untuk diganti daaannn…tibalah saatnya saya masuk untuk membantu serangan. Dengan kaos bernomor punggung tujuh (layaknya David Beckham di masa jayanya) sambil berlari-lari kecil di sektor kanan pertahanan lawan saya mencoba untuk mencari posisi yang cukup ideal untuk menembak ke arah jala gawang lawan. Mengapa demikian? Karena nyaris selama pertandingan saya hampir tidak pernah mendapatkan bola ini dikarenakan tim lawan sangat sulit direbut bolanya demikian pula dengan kawan timnas devlas yang lumayan sibuk dengan rekan devlas lainnya tanpa memahami maksud posisi yang saya ambil. Sehingga saya sangat jarang mendapatkan bola…hehehe….!

Dengan semangat ‘yang penting berlari’ saya pun terus menunggu kesempatan yang pas untuk membantu tim. Dan akhirnya…momen itu datang juga disaat lawan lengah dan kebetulan bola yang tidak bermata itu dengan liarnya bergerak ke arah saya disaat itu pulalah saya menendang bola ke arah pojok kanan gawang sang lawan daaannnn…GOOOLLLL…!!! Kiper lawan termangu melihat bola masuk ke gawangnya tanpa mampu ditepis…padahal tendangan saya tidak terlalu keras….hehehe…nasib bagus bagi saya dan timnas devlas. Satuuu… samaaa…!!!

Para pendukung dari kedua tim terus berteriak untuk memberikan semangat kepada para pemain yang sedang bertanding dengan harapan gol-demi gol dapat lahir dari tim mereka. Gol penyeimbang dari saya sebelumnya ternyata membuat rekan timas devlas lainnya seperti ‘terbakar’ untuk menambah perbendaharaan golnya dengan tujuan meraih kemenangan. Nasib baik nampaknya terus berlanjut ke arah timnas devlas. Empat gol berikutnya secara beruntun berhasil bersarang di jala gawang lawan. Di babak kedua kami sempat unggul 5 berbanding 1…Woww…! Sebuah skor yang cukup telak.

Namun sayang, kegemilangan tersebut tidak berhasil dipertahankan timnas kami. Tragis dan cenderung miris…keunggulan tadi tidak bertahan lama karena ternyata sang lawan berhasil mengejar ketertinggalannya dengan mencetak empat gol secara beruntun. Sehingga kedudukan menjadi imbang lima sama. Ditambah lagi dengan cideranya saya setelah sempat terkilir kaki kanan sehingga membengkak dan membuat saya sulit untuk berjalan. Pergantian pemain banyak dilakukan di kedua kubu untuk memberikan penyegaran bagi para pemain yang sudah berpeluh.

Kaki bengkak, jalan pincang, napas terengah-engah, serta aroma bau keringat menjadi pemandangan biasa di arena itu. Bengkak semakin membesar di kaki saya seiring dengan ‘penderitaan‘ tim kami yang akhirnya harus mengakui keunggulan lawan di sesi ‘tos-tosan‘. Dan akhirnya untuk melepas lelah sekaligus apresiasi dari kepsek, beliau mentraktir kami untuk makan bersama di salah satu tempat makan di sepanjang jalan margonda yang terkenal dengan beragam kulinernya. Diiringi derasnya hujan, sambil sesekali ‘sedikit‘ menyesali kekalahan tadi di perbincangan kami. Strategi serta cara menyikapi pertandingan semacam futsal ternyata tidak jauh berbeda dengan perencanaan mengajar yang sedianya guru persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya guna menyukseskan proses belajar mengajar di kelas. Semangat evaluasi bagi guru setiap habis mengajar juga seharusnya dilakukan setara dengan evaluasi kinerja tim kami ketika bertanding di lapangan.

Kami harus belajar dari Futsal!

Salam Olahraga!!!

Iklan

2 responses

    1. Wah Bu Sri…trims telah mampir di web yang masih’belajar’ ini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: