Guru Berani, Siswa Pun Berani!

Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menggugat semua buku mata pelajaran yang ada saat ini. Namun, ini hanyalah ajakan dari penulis agar kita sebagai guru mau dan mampu berdinamika sekaligus berkreasi dalam hal pengkondisian pembelajaran yang berpihak pada ”kesukaan” otak siswa kita termasuk otak kita sendiri. Ini sesuai dengan Azas Quantum Teaching “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”.

Apa maksud judul di atas? Maksudnya begini……selama ini di pembelajaran maupun saat siswa membaca buku pelajaran di rumah bahkan termasuk kita sebagai guru tatkala mempersiapkan materi ajar seringkali terjebak dalam kondisi bahwa seluruh bacaan atau kalimat-kalimat yang kita atau siswa baca itu dianggap penting. Kita tidak “berani” untuk memilih kata kunci. Kita selalu dan selalu menganggap bahwa seluruh kata-kata yang kita baca dari sebuah bacaan itu “very important” semua.

Padahal otak manusia tidak mampu mengingat frasa terlebih lagi kalimat yang tidak lain adalah kumpulan banyak kata. Padahal lagi, otak manusia hanya bisa mengingat informasi berupa gambar atau kata kunci saja. Dengan kondisi konten buku mata pelajaran di sekolah masih tebal-tebal yang berisi ribuan bahkan jutaan kata itu menjadi menu sehari-hari siswa kita tentunya menjadi PR berat bagi siswa untuk mengingat itu semua. Otak siswa akan “menderita” dan merasa “kelebihan beban” dengan seabgregnya beragam informasi yang harus mereka kuasai.

Penulis sering menanyakan kepada siswa tentang perasaan mereka ketika membaca buku mata pelajaran yang mereka gunakan. Nyaris..hampir semua secara jujur mengatakan bahwa mereka cukup ‘tersiksa’ dengan tebalnya buku maupun banyaknya materi pelajaran yang mereka harus hapal sekaligus harus mereka pahami. Sepanjang yang penulis amati, hampir semua materi pelajaran di sekolah berupa kalimat-kalimat yang tersusun dalam bab-bab pelajaran. Sebagai bukti bahwa otak kita lebih menyenangi gambar atau kata kunci dibanding kalimat-kalimat, cobalah perhatikan foto slide dan pilihlah salah satu dari keempat option berikut ini:

Nahh…dari keempat option yang tersedia di atas manakah yang akan anda pilih? Penulis yakin anda langsung memilih dua option yang terakhir. Hehehe……!

Atau jika anda belum yakin juga, coba saksikan tayangan video berikut:

Oleh karena itu, hampir semua materi pelajaran siswa harus diringkas dahulu untuk kemudian diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana, dan yang lebih penting lagi, ‘disukai’ oleh otak siswa kita. Meringkas tidak hanya berarti mengurangi kalimat-kalimat yang ada menjadi lebih sedikit, tetapi lebih dari itu meringkas materi pelajaran yang paling benar dan efisien adalah harus mengandung prinsip:
1. Memilih kata kunci saja,
2. Mengatur kembali kata kunci-kata kunci itu menjadi suatu struktur yang paling mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa.

Kata kunci adalah kata yang paling “kuat“ dan paling mewakili makna dan pengertian dari kalimat tersebut. Kata-kata ini biasanya berupa kata benda atau istilah unik yang ada dalam kalimat tersebut. Kata-kata lain biasanya hanya berfungsi menerangkan kata kunci tersebut. Jadi, kata kunci hanya berfungsi sebagai pemicu untuk menarik kalimat utuhnya “keluar“ kembali dari otak. Sebagai bukti, ketika penulis beberapa kali menerapkan teknik ini di pembelajaran IPS dalam beberapa kesempatan siswa berpresentasi dengan memanfaatkan Mind Map yang disusun oleh siswa, rata-rata siswa akan “terpancing“ untuk berkreativitas dalam menyusun kalimat-kalimat dari kata kunci yang ada. Tidak perlu sama persis dengan kalimat aslinya atau kalimat yang ada di buku, asal pengertiannya sama. Sebagai contoh bisa dilihat pada video berikut:

Untuk berlatih cara mencari kata kunci coba berlatih untuk mencari kata kunci dari berbagai kalimat berikut:.

Klik disini untuk melihat jawaban!

Dari penjelasan beberapa paragraf di atas itulah mengapa teknik Mind Map menjadi begitu fenomenal di dunia pendidikan saat ini. Mind Map menjadi salah satu teknik yang sering ditemui dalam pelatihan Quantum Learning yang kemudian menjadi salah satu andalan penulis sebagai guru IPS maupun oleh siswa di SMPN 14 Depok untuk menyajikan pelajaran agar pembelajaran IPS dengan mudah diserap oleh para siswa lainnya. Apalagi jika proses pembuatan sekaligus penyajiannya memanfaatkan TIK semisal aplikasi Mindjet MindManager maka mind map yang tercipta akan begitu “powerfull“ dan interaktif sifatnya.

Beranikah kita untuk keluar dari “Zona Nyaman“ kita selama ini? Hanya kita sendiri yang mampu menjawabnya! It’s depend on ourself!

Artikel ini terinspirasi dari karya hebat “Mind Map”nya Toni Buzan dan Buku “Mind Map-Langkah Demi Langkah”nya Sutanto Windura, BLI.

Salam Keberanian!

Guru Berani, Siswa Pun Berani! di guraru.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: