ZON VERSUS OZON (40 Keterampilan Guru terkait TI)

Kondisi A. Guru ZoN (Guru Zona Nyaman)

Beberapa tahun terakhir ini sejak digulirkannya kebijakan tentang sertifikasi guru dan semakin dekatnya pemberlakuan Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) justru ada segelintir guru yang masih saja menunjukkan performa yang tidak mencerminkan profesinya. Bahkan sering muncul stigma yang kurang mengenakkan tentang sosok guru terkait dengan istilah-istilah yang sekilas terdengar lucu tetapi miris mendengarnya. Sebagai contoh ada stigma tiga aspek penyakit guru, antara lain:

1. Aspek Kepribadian: THT (Tukang Hitung Transport), Hipertensi (Hiruk Pikuk tentang Sertifikasi), KUDIS (Kurang Disiplin atau Kudu Dipanggil Siswa baru ke kelas), ASMA (Asal Masuk), MIGREN (Mikirin Gaji Rendah).
2. Aspek Metodologis: SALESMA (Sangat Lemah Sekali Membaca), ASAM URAT (Asal Mengajar tetapi tidak Akurat), KUSTA (Kurang Strategi), KURAP (Kurang Persiapan), STRUK (Suka Terlambat jadi Kebiasaan), KERAM (Kurang Terampil), HEPATITIS, (Hebat Penampilan Tapi Teachingnya Tidak Serius).
3. Aspek Teknis (Keterampilan): TBC (Tidak Bisa Computer).

Sungguh sedih mendengarnya, namun, bukan rahasia lagi kalau di kalangan guru ada yang terkena penyakit-penyakit tersebut di atas. Padahal jaman terus bergerak, apalagi dengan kemajuan teknologi yang saat ini terus semakin canggih seolah tiada batasnya. Idealnya guru selau update terhadap hal tersebut terutama terkait dengan pendekatan, strategi, metode, teknik, model serta media pembelajaran yang bernuansa TIK. Kondisi ini menggambarkan bahwa sebagian guru masih senang berada di ‘Zona Nyamannya’ tetap mempertahankan ‘status quonya’.

Di sebuah website milik Pak Mursyid PW ada cerita yang seperti ini : ada seorang guru sangat senior (dari usianya) menggerutu, “Ana-ana wae. Lha wong aku dadi guru ki wis puluhan tahun mulang tanpa nganggo TIK, murid-muridku sing biyen tak wulang nyatane ya dha dadi pejabat. Lha saiki guru ndadak dikon manfaatake TIK mbarang. Huu…h! Aku sing tuwa iki apa ya bisa?” (Ada-ada saja. Sudah puluhan tahun saya jadi guru, dan saat mengajar gak pakai TIK. Nyatanya, siswa saya sekarang banyak yang jadi pejabat!) Kemudian Pak Mursyid PW berkata, “Pak, lha itu kan dulu! Coba sekarang kita lihat, bahwa siswa panjenengan yang dulu itu kini kesana-kemari menjinjing computer/ laptop), ya atau tidak?” Diapun menjawab, “Iya, Pak, ya!” Pendek kata, kini zaman telah berubah. Jika guru bertahan dengan cara mengajar tradisional ya nantinya akan semakin jauh tertinggal.

Kondisi B. Guru OZoN (Out from Zona Nyaman)

Keadaan sebaliknya terjadi bila melihat prestasi sebagian guru-guru di beberapa daerah yang menurut penulis mampu menginspirasi penulis dan idealnya juga memotivasi sebagian besar para guru di Indonesia. Belum lama ini jika kita sempat menyaksikan tayangan talkshow Kick Andy di Metro TV bertajuk ‘Guru Gaptek No Way’, sungguh membanggakan melihat prestasi beberapa guru di acara tersebut yang mampu mengharumkan dunia pendidikan Indonesia di pentas asia pasifik bahkan internasional. Rata-rata karya media pembelajaran dari guru-guru tersebut berbasiskan TIK yang antara lain memanfaatkan Ms.Power Point dan Macromedia Flash.

Gora Winastwan melalui websitenya di ‘The Indiebrainer’, beliau menulis hal berikut: Laura Turner, seorang praktisi teknologi pendidikan mencatat berbagai keterampilan teknologi yang harus dikuasai oleh pendidik pada era sekarang. Pada tahun 2005 beliau merilis sebuah tulisan 20 keterampilan teknologi dasar yang harus dikuasai pendidik dalam The Journal, kemudian di tahun 2010 beliau menulis kembali 20 keterampilan teknologi bagi pendidik diGuide2DigitalLearning sebagai lanjutan dari tulisan sebelumnya. Sayapun telah menambahkan beberapa keterampilan sebagai update atas daftar yang telah dikumpulkan sebelumnya. Berikut adalah keterampilan-keterampilan tersebut.

40 Keterampilan Teknologi Informasi yang Wajib Dikuasai Pendidik
1. Keterampilan Pengolahan Kata (Word Processing)
2. Keterampilan Spreadsheet
3. Keterampilan Basis Data
4. Keterampilan Presentasi Multimedia
5. Keterampilan Navigasi Web
6. Keterampilan Perancangan Web (Web Design) dan Pengelolaannya
7. Keterampilan Pengelelolaan Email
8. Keterampilan Penggunaan Kamera Foto dan Video Digital
9. Keterampilan Jaringan Komputer yang Diaplikasikan dalam Sistem Jaringan Sekolah
10. Keterampilan Pengelolaan File & Windows Explorer
11. Keterampilan Mengunduh Software dari Web (Termasuk Pengetahuan Mengunduh Buku Elektronik)
12. Keterampilan Instalasi Software dalam Komputer
13. Keterampilan Mengajar Menggunakan Learning Management System (WebCT, Blackboard atau Moodle)
14. Keterampilan Konferensi Video
15. Pengetahuan Media Penyimpanan di Komputer (harddisks, CD, drive USB, DVD, dll.)
16. Keterampilan Memindai (Scan)
17. Keterampilan Pencetakan Dokumen
18. Keterampilan Piranti Bergerak (Handphone, Smartphone, PDA, Tablet)
19. Pengetahuan Hak Cipta
20. Pengetahuan Keamanan Komputer
21. Pengetahuan Perangkat Google
22. Keterampilan Pemanfaatan Google Earth
23. Keterampilan Pemanfaatan Software Wiki dan Ensiklopedia Digital
24. Keterampilan Membuat dan Mengelola Blog
25. Keterampilan Pemanfaatan Social Bookmarking
26. Keterampilan Pemanfaatan Jejaring Sosial
27. Pemanfaatan Sumber Belajar Web Disesuaikan dengan Konten Spesifik
28. Keterampilan Pencarian di Web
29. Keterampilan Pemanfaatan Web 2.0
30. Keterampilan Papan Pintar Interaktif / Interactive White Board (SmartBoard dan Promethean)
31. Keterampilan Pemanfaatan Pesan Instant
32. Video Streaming dan Podcast
33. Pengetahuan RSS Feed
34. Pengetahuan Virtual World (Second Life, dll)
35. Keterampilan Pemanfaatan Perangkat Kolaborasi & Komunikasi Online
36. Keterampilan Pemanfaatan Perangkat Penceritaan Digital
37. Keterampilan Pemanfaatan Software Organiser Grafik (Mind Mapping, Concept Map, dll)
38. Keterampilan Pengolahan Gambar (Image Editing)
39. Keterampilan Pengolahan Video (Video Editing)
40. Keterampilan Penyusunan Multimedia untuk Bahan Ajar e-Learning (SCORM)

Sudahkah Anda menguasai keterampilan-keterampilan tersebut di atas?

Kalau penulis diminta ‘mencontreng’ daftar keterampilan di atas, jujur saja belum semuanya penulis kuasai paling-paling maksimal hanya baru sekitar tujuh keterampilan yang baru dikuasai. Bagaimana dengan anda? Semoga anda mampu banyak ‘mencontreng’ daftar keterampilan di atas dan jumlah contrengan anda terus bertambah setiap harinya dan tidak lupa untuk berbagi ilmunya dengan rekan anda minimal di sekolah masing-masing.

Iklan

2 responses

  1. banyak bangets paaakkkk….. berapa tahun ya saya bisa menguasai semuanya itu, ckckckck…. luar biasa deh pak…. kereeeennnn

    1. Bu Kiki:itulah mengapa tugas kita sebagai guru begitu mulia, jadi intinya memamng kita harus terus belajar hingga akhir hayat. Semangat! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: