TENGKYU DEVLAS….. UNTUK 10 TAHUN YANG HEBAT!

Foto Aku & Devlas HebatSetelah enam tahun lalu harus berpisah dengan dengan Yayasan Khazanah Kebajikan tempat penuh kenangan kala aku harus meninggalkan SMK mengajar Matematika dan MA mengajar Ekonomi-Akuntansi yang penuh kenangan, maka kali ini tepatnya pada tanggal 14 Juli 2014 lagi-lagi aku harus merasakan sedih yang luar biasa kala harus meninggalkan SMPN 14 Depok (Devlas) dengan meninggalkan sejuta kenangan hebat di dalamnya. Tempat tugas yang baru telah menanti yaitu SMPN 17 Depok yang notabene berjarak lebih dekat dengan tempat tinggal aku dan keluarga. Banyak kenangan tak terlupakan selama mengabdi di sekolah yang terletak di pinggiran Kota Depok tersebut. Kondisi lingkungan yang relatif asri jika dibandingkan sekolah-sekolah lainnya yang berada di pusat Kota Depok. Keramahan, kereligiusan serta kekompakan yang begitu khas dari semua elemen warga Devlas begitu kental terasa sehingga buat seorang guru muda seperti aku ini mendapatkan ketenangan saat di awal tahun 2004 silam mendapatkan amanah untuk mengabdi di sana.

Awalnya, saat akhir tahun 2003 ketika aku dinyatakan sebagai CPNSD di Kota Depok sungguh berat rasanya aku meninggalkan SMK dan MA Khazanah Kebajikan di Pondok Cabe Pamulang Ciputat yang juga sempat meninggalkan kesan yang tidak kalah mendalam dengan Devlas. Kemampuan beradaptasi aku sungguh diuji selama di Devlas. Pada awal mula bertugas sebagai guru pegawai negeri sungguh terasa sulit bagi aku mengerjakan tugas-tugas kedinasan yang selama mengajar di swasta tidak pernah aku alami. Banyaknya tugas mengikuti Diklat Keguruan di berbagai daerah serta menjalankan tugas tambahan lainnya selain profesi guru mengajar cukup mengekang rasa kebebasan aku yang lebih senang bekerja dalam nuansa ekspresi.

Bertemu dengan para guru senior, berdialog, saling bertukar pikiran tentang tugas pendidikan, melihat cara kerja para guru PNS sungguh amat berbeda dengan apa yang pernah alami di sekolah swasta. Menjadi kesulitan tersendiri bagi aku untuk mencoba mengikuti alur kerja para guru PNS tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu makin lama aku mulai terbiasa dengan irama kerja para guru senior di Devlas yang nampak mereka bekerja dengan sepenuh hati dan seolah memiliki tanggung jawab tinggi atas tugas negara yang mereka emban. Guru-guru senior macam Pak Subhan, Pak Hehen, Pak Andi, Bu Desi, Pak Budi Wahyudi, Bu Dingse, Bu Hj. Maulina dan guru-guru hebat lainnya di Devlas sungguh mampu memberikan motivasi tersendiri bagi aku sebagai junior untuk belajar menjalankan tugas sebagai guru PNS.

 

Tantangan dan berbagai masalah yang aku alami menjadikan aku tidak ingin “kalah” begitu saja. Masalah terbesar bagiku adalah ketika aku harus mengajar IPS (Geografi, Sosiologi, Sejarah, Ekonomi) yang nota bene banyak materi hapalan. Mengapa menjadi masalah? Hal tersebut dikarenakan selama kurang lebih 10 tahun aku lebih sering mengajar mata pelajaran matematika dan akuntansi yang lebih banyak aplikasi hitungannya sedangkan teori atau hapalan sangat sedikit. Disitulah aku merasa harus melakukan ‘sesuatu’ untuk mengatasi segala permasalahan yang terkait dengan tugas mengajar yang diemban. Disamping itu pula, kondisi SMP Negeri 14 Depok  yang kondusif dalam hal sinergi antar guru untuk saling mendukung serta adanya sarana yang cukup mendukung bagi para guru untuk terus mengembangkan diri membuat aku menjadi begitu termotivasi. Dukungan besar Dinas Pendidikan Kota Depok juga berperan bagi pengembangan kompetensi para guru termasuk bagi diriku sendiri untuk terus berinovasi.

Kondisi ini membuat aku semakin sibuk untuk mensosialisasikan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran yang aku kembangkan melalui berbagai pelatihan, workshop maupun seminar nasional terkait dengan kreasi dan inovasi pembelajaran. Ditemani beberapa rekan guru Devlas yang juga hebat berbagi di bidang IT semisal Pak Subhan, Pak Kurniawan dan Pak Ahmad Sujai dkk menjadikan Devlas menjadi salah satu sekolah yang sangat diperhitungkan sebagai sekolah “pinggiran” yang mencoba untuk tidak tertinggal dalam hal kreasi inovasi IT pembelajaran dari sekolah lainnya di Depok.Namun demikian, dari semuanya itu hanya satu yang aku inginkan adalah aku ingin melihat para anak didikku untuk berhasil di kemudian hari. Pandangan mata mereka yang berbinar-binar gembira di setiap momen pembelajaran selalu menjadi keinginanku. Menebarkan virus motivasi kepada sesama guru di berbagai tempat menjadi sebuah keasyian tersendiri dan menimbulkan rasa bahagia manakala banyak guru yang mampu untuk keluar dai zona nyamannya selama ini.

Berikut ini adalah rangkaian momen-momen penting saat masih bertugas di Devlas tercinta yang saya ungkapkan lewat beberapa gambar:

1. Prestasi Selama di Devlas

opik n nuh

Opik n Deddy Mizwar1

Saat menerima penghargaan JABAR IT Award 2013 dari Wagub Jabar Deddy Mizwar

Foto Opik dan Nur Mahmudi

Juara 3-3

Saat menerima hadiah juara 3 Lomba Inovasi Pembelajaran Tkt.Nasional 2013

Belezza35

Opik3-1

Saat menjadi juara 3 Lomba Gupres Tkt.Kota Depok 2013

smartkes4

Saat menjadi finalis 5 besar Lomba Guru Kreatif Nasional 2012 di Smart Ekselensia Dompet Dhuafa Bogor

2. Aktif Mengisi Seminar Nasional dan Pelatihan Guru

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

3. Syuting Inovasi Pembelajaran bersama ANTV

4. Momen Indah bersama Siswa di Sekolah dan di Kelas

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

5. Momen Indah bersama Guru Devlas

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Demikianlah sedikit kisahku terkait pengalaman bertugas di Devlas yang penuh kenangan hebat. Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan guru, para siswa, staf TU, serta seluruh elemen warga Devlas yang telah setia untuk mau menemani aku dalam suka dan duka untuk mengarungi dunia pendidikan di Kota Depok. Kisah akan kujadikan bekal bagiku untuk terus memiliki motivasi yang tinggi untuk ikut memajukan dunia pendidikan di Indonesia. I Love You Devlas….Thank You for Everything! Selamat Tinggal!

Iklan

4 responses

  1. maulina prihatini | Balas

    Teruslah berkibar mengemban tugas negara demi anak bangsa yg cerdas dan kreatif..don’t forget to DEVLAS !!!

    1. Tengkyu Bu Haji Maulina….ya iyalah…gak bakal lupa ama Devlas yang penuh kenangan…n trims juga telah menemani selama 10 tahun…! 🙂

  2. Muhamad Fadhil Pradana | Balas

    Jangan lupa pak sama kita mantan anak didik pak taufik, jadi kangen saya pak sama bapak

    1. Hehe…insya Allah gak lupa…! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: