Akibat Arogan

Berikut ini adalah potongan percakapan radio yanga sangat krusial antara komandan kapal perang Amerika dan otoritas Rusia.
Otoritas Rusia: “Segera belokan kapal Anda 10 derajat ke timur untuk menghindari tabrakan.”
Komando Amerika: “Kenapa tidak Anda saja yang membelok!”
Otoritas Rusia: “Demi kebaikan Anda, sebaiknya segera membelok 10 derajat ke timur untuk menghindari tabrakan!”
Komandan Kapal Amerika: “Saya kapten US Navy. Saya tegaskan Anda yang harus belok !!!!”
Otoritas Rusia: “Tidak bisa. Saya peringatkan sekali lagi, belokkan kapal Anda. Sekarang juga!!!”
Komandan Kapal Amerika: “Ini adalah Aircraft Carrier USS, salah satu kapal terbesar di dunia dari Armada Atlantik. Kami dilengkapi tiga destroyer, tiga cruiser dan sejumlah kapal pendukung. Saya perintahkan Anda belok 10 derajat ke timur. Sekali lagi saya ulangi 10 derajat ke timur, atau sebuah tindakan keras akan dilakukan untuk mengamankan kapal Anda!”
Rusia: “Bodoh! Ini mercusuar, tahu!!!
Brak, kapalpun menabrak daratan.
(Humor ini saya temukan di internet dan ditulis ulang. Pemilihan nama Amerika atau Rusia hanya agar joke terdengar akrab, dan tidak dimaksudkan untuk menghina satu negara tertentu).

Humor dan hikmah:
Kadangkala ketika kita kuat dan berkuasa, telinga kita sulit mendengar suara dari bawah dan menganggap semua harus ikut kita.
Kebenaran itu netral, siapapun yang berbicara, maka kita harus lihat isi informasinya bukan penuturnya.
Kita mungkin berkuasa, kita mungkin punya kekuatan, tapi ingat setiap kekuasaan manusia tidak akan pernah mencakup segala hal, dan tidak akan bertahan selamanya, karena itu perlu bijak mendengar dan melihat sekeliling.
Jika kita arogan, mau menang sendiri maka kemungkinan yang akan terjadi di antaranya:
a. Jika salah kita akan malu
b. Jika benar, tapi sombong, maka kita akan tetap bertanggung-jawab atas pada Allah atas kesombongan kita.
Yakin pada kebenaran adalah hal yang bagus.
Merasa benar sendiri adalah hal yang jauh berbeda.
Kadang perbedaannya tipis, tapi hati kita dan Allah tahu kapan kita membela kebenaran atau arogan karena merasa benar senidiri.
What do you think?

Sumber: Isa Alamsyah (Motivator, Penulis Buku, Pendiri Komunitas ‘Bisa!’) 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: